Pusat

Latar Belakang Kenapa Malam 1 Suro Dianggap Mistis | Solid Gold

2 May 2017 - 14:53 WIB

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Malam 1 Suro yg jg bertepatan dengan 1 Muharam di Indonesia memiliki makna yg sedikit unik.

Bagi golongan tertentu terutama masyarakat Jawa yg masih meyakini, malam 1 Suro sangat identik dengan nuansa mistis.

Namun, hingga saat ini masyarakat masih belum yakin apakah hal tersebut memang mistis atau hanyalah mitos.

Di malam 1 Suro, mereka yg memiliki senjata pusaka atau gaman akan mencucinya.

Orang Jawa biasa menyebutnya dengan Penjamasan.

Untuk menjamas senjata pusaka spt keris, tombak & lainnya jg tidak sembarangan.

Ada ritual khusus yg harus dilakukan spt puasa, pati geni, sesaji, bakar menyan, tumpengan & lainnya.

Mereka meyakini, dengan menjamas di malam 1 Suro bakal membuat pusaka mereka semakin sakti.

Sehingga, bagi masyarakat Jawa yg mempercayai ritual ini, malam 1 Suro menjadi sangat teramat penting.

Nuansa gaib & mistis di malam ini sangat kuat.

Bagi mereka yg tidak memiliki pusaka jg tetap melakukan ritual khusus di malam 1 Suro.

Di Keraton Surakarta misalnya, warga sekitar sering melakukan ritual Mubeng Benteng (Mengitari Benteng Surakarta), ada pula yg melakukan ritual kungkum atau berendam di kali & masih banyak lagi.

Keraton Surakarta & Yogyakarta hingga kini masih melanggengkan ritual penjamasan keris pusaka tiap malam 1 Suro.

Bahkan usai dimandikan, air yg digunakan untuk penjamasan menjadi rebutan warga.

Mereka meyakini air yg digunakan untuk memandikan keris pusaka itu mengandung tuah & berkah.

Sebagian orang Jawa jg menyakini, Bulan Suro sbg bulan penuh kesialan, itulah yg menyebabkan pada bulan tersebut ‘dilarang’ melakukan pesta khususnya pernikahan.

Bagi mereka yg percaya itungan-itungan primbon, tentu tidak akan menggelar pesta pernikahan di Bulan Suro.

Ternyata, munculnya kepercayaan tentang bulan Suro sbg bulan sial, hal ini tidak lepas dari latar belakang sejarah zaman kerajaan tempo dulu.

Saat itu, sebagian keraton di Pulau Jawa mengadakan ritual memandikan pusaka pada malam 1 Suro.

Ritual menjamas pusaka keraton pada zaman dahulu menjadi sebuah tradisi yg menyenangkan bagi masyarakat yg masih haus akan hiburan.

Sehingga, dengan kekuatan karisma keraton dibuatlah stigma tentang mistis bulan Suro.

BACA JUGA : SAKSI BISU KEKEJAMAN WESTERLING DI MONUMEN 40 RIBU JIWA | SOLID GOLD BERJANGKA

Jika di bulan Suro rakyat mengadakan hajatan khususnya pesta pernikahan, bisa mengakibatkan sepinya ritual yg diadakan keraton alias keraton kalah pamor.

Dampaknya akan mengurangi legitimasi & kewibawaan keraton, karena pada saat itu merupakan sumber segala hukum.

Tradisi memandikan keris & pusaka ini jg menjadi ajang untuk memupuk kesetiaan rakyat kepada keraton.

Dari keraton, mitos tentang keangkeran bulan Suro ini semakin kuat disebarkan.

Tujuannya untuk membuat rakyat percaya & tidak mengadakan kegiatan yg bisa menganggu acara keraton.

Hingga kini, kepercayaan tersebut masih demikian kuat dipegang sebagian orang.

Sehingga ada sekelompok orang yg pada bulan Suro tidak berani mengadakan acara tertentu karena dianggap bisa membawa sial.

Namun bagaimana pun jg, kepercayaan akan malam 1 Suro & Bulan Suro masih mengakar kuat.

Segala ritual yg dilakukan di malam 1 Suro seolah menjadi tradisi unik yg dimiliki & dipercayai masyarakat Jawa yg kaya budaya adiluhung.

Tentu tidak ada salahnya jg jika tetap menjaga tradisi di masyarakat.

Jadi, makna Malam 1 Suro itu kembali lagi kepada sudut pandang bagaimana masyarakat menilainya.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)


TAGS   pt solid gold berjangka / www sg berjangka com / solid gold / solid gold berjangka / sg berjangka / pt solid gold / pt solid group / pt solid / web solid / pt sgb / pt sg / pt solid group indonesia /


Author

PT. Solid Gold Berjangka Sebagai salah satu perusahaan pialang terbesar dan teraktif dalam industri perdagangan berjangka

Recent Post

Recent Comments

Archive